Rabu, 17 Juni 2015

Traffic Damn!!

Tabuh musik qasidah mengiringi rombongan anak kecil pawai menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam benakku, harusnya aku ada disana sekarang, bersama anak kecil mengitari komplek. Saat ini, aku hanya bisa melihat dari jendela rumah, teringat tanggung jawab dirumah yang tak bisa kutinggalkan. Organisasi memang penting, tetapi keluarga harus tetap diutamakan. Kalau dibilang peduli, aku masih peduli mereka yang mau peduli dengan orang lain. Dibilang tak peduli pun aku tak pernah peduli dengan bibir manis mereka yang tak pernah bisa dipertanggung jawabkan. Judge orang seenaknya. Kau pikir kau siapa Bung?! Tuhan?? Betapa sombongnya dirimu.
Organisasi itu menjunjung satu nama, organisasi itu sendiri. Apa yang kau buat? Negara didalam negara. Anggap seluruh anggota sebagai keluarga itu salah ya?? Apakah salah juga bila sebaiknya kau tanyakan apa masalahnya?? Kenapa harus ada gap antara senior dan junior, antara si pendiam dan yang banyak omong, dsbg? Bahkan kau sendiri tak tanyakan pada dirimu, mengapa aku bersenag-senang sementara masih ada tanggung jawabku dalam membimbing mereka.
Kau bilang aku mengkritisimu.
Lebih tepatnya lagi mengkritisi orang-orang sepertimu. Yang membanggakan diri sebagai senior. Bukan keegoisan ataupun berkelompok. Kita satu.  Kita punya tujuan. Punya visi misi yang harus dicapai.
Terlalu serius. Bahkan mungkin lebay!
Itu hakmu mau bilang apa. Aku tak seperti dirimu yang terlalu menyepelekan. Bahkan kau tak sadar mengapa seorang anggota memilih mundur karna tak sanggup dengan sikapmu yang seperti itu. Mungkin orang selanjutnya adalah aku. Tak takut dengan apa yang terjadi. Aku hanya ingin yang terbaik. Kalau pun aku akhirnya mundur, setidaknya aku ingin membuatmu berpikir ulang tentang sikapmu.

Terimakasihku ku tujukkan kepada organisasi ku yang telah mengajariku banyak hal, terutama tentang rasa PEDULI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar